Pages

Minggu, 26 Desember 2010

Sleman's Hole

Sebuah lubang besar menganga di Jalan Merapi Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diameternya mencapai 10 meter dan kedalaman juga mencapai 10 meter. Akibatnya, jalan utama menuju kompleks kantor Pemerintah Kabupaten Sleman itu ditutup.

“Awalnya lubang itu hanya sebesar payung pada Sabtu (10/12), tetapi malamnya sekitar pukul 21.00 WIB bertambah besar,” kata Septi Wulandari, 25 tahun, warga yang membuka kios di jarak sekitar 20 meter dari lokasi, Ahad (12/12).

Lubang yang awalnya hanya satu meter itu terjadi pada Jumat sekitar pukul 14.00 WIB. Pada lubang besar itu terlihat ada gorong-gorong yang terbuat dari buis hancur yang kualitasnya tidak standar untuk jalan umum. Di bawah gorong-gorong itu juga ada gorong-gorong peninggalan zaman Belanda yang pecah ikut hancur.

Di sebalah utara jalan memang terdapat sebuah danau buatan untuk air resapan sumur sekitarnya. Akibat guyuran hujan deras yang sering terjadi diperkirakan menggerus tanah di bawah jalan karena gorong-gorong bocor.

Amblesnya jalan tersebut juga mengakibatkan sambungan pipa air minum milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sembada Sleman yang mengaliri 7 wilayah putus. Para pegawai PDAM sebenarnya sudah menyambungnya kemarin., tetapi karena lubang semakin membesar maka pipa yang sudah tersambung sekitar 8 meter itu putus lagi.

“Air dari PDAM harus segera disambung lagi karena untuk para pelanggan air bersih di tujuh wilayah,” kata Satrio Hadiwibowo, Kepala Cabang PDAM Tirta Sembada Sleman saat ditemui di lokasi.

Ia menambahkan, belum diketahui sebab pasti amblesnya jalan tersebut. Tetapi menurut tanda-tanda yang terjadi, diperkirakan amblesnya jalan karena tanah di bawah aspal tergerus oleh air yang bocor dari gorong-gorong. Sebab, buis yang digunakan untuk gorong-gorong tergolong bukan dari cor beton dengan besi melainkan hanya semen, kerikil dan pasir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar