Pages

Kamis, 11 Juni 2015

J J C T B C


Ini bukan kisah tentang Boyband Korea yang baru. Bukan juga tentang jenis virus yang baru. Ini hanya penggalan kisah seorang anak perantauan dalam menjemput jodohnya.
Yeadalaaaahhh....... kaitannya apa yach ??
Begini ceritanya !!
Sebenarnya JJCTBC itu adalah salah satu lagu besutan abangda-abangda di Maydani Nasyid (Group nasyid yang cukup dikenal di kota Medan)
Ya..... JJCTBC itu Jangan Jatuh Cinta Tapi Bangun Cinta (bikin singkatan sendiri) ^_^
Lagu ini turut mewarnai perjalanan Cinta saya sebagai hamba Tuhan yang penuh khilaf dan salah dalam menjemput jodoh yang telah dijanjikan-Nya (idiihh... lebay amat nih penulis)
Sebelumnya, perkenankan saya bercerita sedikit ihwal perkenalan saya dengan istri hingga kami memutuskan untuk menyatukan hati dalam satu ikatan pernikahan.
Saya masuk dalam kloter yang berbeda dengan orang-orang pada umumnya dalam hal menjemput jodohnya. Jika biasanya melalui kloter pacaran (bahkan sampai bertahun-tahun) baru nikah, saya mah sebaliknya ikutan kloter nikahnya dulu, baru aktif pacaran. He...he...he...
Maka saat salah satu warga Kampoeng Kata-Kata (Group Whatsapp yang saya ikuti) menjadikan buku Indahnya Pacaran Setelah Menikah sebagai ghift untuk kontes resensi buku, koq serasa gue banget tuh buku.....
Proses ta’aruf pun tergolong singkat, sekitar 5 bulan berkenalan kami memutuskan untuk menikah. Perlu dicatat, dalam rentang waktu itu kami bertemu (bertatap muka) hanya 3 kali. 2 kali waktu ta’aruf (dijamin ga berdua looo. Ada pihak ketiga yang menemani) dan 1 kali saat khitbah.
Aahhhh.... bercanda lo bro. Koq bisa secepat itu ??? Trus gimane kalian mempersiapkan acara nikahannya ?? Ngarang loe yach !!
He....he....he.... (ketawa lagi dach saya)
Saat ta’aruf pertama kali, (kalau tidak salah di awal Desember 2011) rasa canggung menghinggapi diri saya. Saking canggungnya, saya yang biasanya ngomong lantang di kelas saat mengajar seolah kehilangan suara. Kata istri saya (cerita waktu kami udah nikah), jangan-jangan saya itu makhluk halus. Koq suara pelaaaaann banget. ^^
Ta’aruf kedua di akhir Desember 2011 kita sudah mulai membicarakan kapan waktu khitbah. Hingga diputuskan Januari 2012 keluarga saya datang dan diputuskan penyelenggaraan Walimatul ‘Ursy di tanggal 8 April 2012.
Di rentang waktu itulah (setelah Khitbah hingga di hari H godaan-godaan itu muncul. Salah satunya adalah merasa sudah memiliki. Toh waktu pernikahan tinggal menunggu waktu. Begitulah dalam pikiran saya. Hingga akhirnya Allah mengingatkan saya dengan cara-Nya yang unik. Saat online di Facebook, terlihat oleh saya diberanda link download lagu Maydani Nasyid. Salah satu lagunya Jangan Jatuh Cinta Tapi Bangun Cinta saya download. Saat diputar....... Jdeeeearrrr !!!!
Nih lagu nohok banget. Ibarat kate, saya kena pukulan hook tepat di dagu. Salah satu lirik yang membetot perhatian saya adalah ;
Aku ingin rasa cinta ini
Masih menjadi cinta perawan
Cinta yang hanya aku berikan
Saat ijab qabul telah tertunaikan

Subhanallah !!!
Jujur, pada saat itu saya langsung mewek. Seolah kembali diingatkan, bahwa “dia” yang Allah janjikan sebagai pendamping hidup akan halal ketika ijab qabul selesai di ikrarkan. Sebelum itu, berarti “dia” belum halal bagimu.
Oleh karena itu, ingatlah kawan.....
Walaupun “dia” telah engkau ikat dalam ikatan yang kalian sebut dengan “pertunangan”, bukan berarti “dia” telah menjadi milikmu. Batasan “dia” halal bagimu adalah Ijab Qabul. Sebelum itu......... (engkau lebih tahu jawabannya kawan) ^^

Lagu ini mengingatkan kepada kita untuk lebih memaknai dan menghargai apa itu CINTA. Ia bukanlah barang di emperan toko yang dijajakan dengan murah. Ia juga bukan layangan yang jika putus benangnya dengan mudah diganti dengan layangan baru.
Teruntuk sodaraku, Jaga lisanmu dari mengobral cinta. Ketahuilah, hati saudarimu begitu rapuh. Tak mudah baginya menghapus ungkapan cinta darimu. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk menetralkan hatinya. Boleh kamu survey, perempuan yang pernah jatuh cinta ia tak akan melupakan cinta pertamanya kendatipun ia telah bertahun-tahun telah menikah dengan orang yang bukan cinta pertamanya.
Teruntuk sodariku, Jaga hatimu untuk tidak mudah jatuh cinta. Jaga putik mu hanya untuk satu orang semata. Orang yang dengan gentle mengikrarkan cintanya untuk sebuah pernikahan, bukan orang yang dengan penuh kamuflase mengobral cintanya untuk sebuah kenikmatan sesaat.
Terakhir....
Dari lagu JJCTBC --> Jangan Jatuh Cinta Tapi Bangun Cinta kita belajar Cinta akan termaknai sesuatu yang mudah didapat dan apabila tak sesuai maka dengan mudah pula menggantinya jika kita sering “jatuh cinta”, akan tetapi itu akan semakin mengakar kuat jika kita “bangun cinta”
Indikasi sebuah cinta yang diberkahi-Nya adalah cinta yang dibangun dalam biduk rumah tangga. Dan rumah tangga akan mencapai derajat SAMARATA – Sakinah Mawaddah Rahmah dan Takwa – jika didalamnya ada upaya saling mengingatkan untuk semakin tunduk pada-Nya....
Mari Kita Bangun Cinta, Hingga Cinta Kekal Sampai Surga !!

4 komentar:

  1. Akhirnya jadi juga artikelnya. Bagus Pak. Keren.

    BalasHapus
  2. Bagus menginspirasi pak. Semoga samawa rumah tangganya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminn.....
      Makasih Mba Ria dah singgah tuk membaca :)

      Hapus
  3. Kisah langka dijaman sekarang...
    saluut buat para pelakunya yang masih istiqomah dengan ajaran Nabi SAW.
    Inspirasi buat yang lain

    BalasHapus