Pages

Selasa, 19 Januari 2016

MEDAN HALAL BUNG !!



Mendengar kota Medan disebutkan, maka kita akan terbayang sebuah kota dengan keberagamannya. Kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya ini merupakan contoh miniatur Indonesia. Keberadaan etnis yang beragam, budaya yang beraneka warna hingga pilihan kuliner yang tak ada habisnya menjadikan Medan salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi. 

Beberapa hal keliru yang dipahami oleh kebanyakan orang tentang Medan diantaranya adalah Medan identik dengan etnis Batak. Tak salah, tapi juga tak sepenuhnya benar. Melayu menjadi ciri khas kota Medan. Hal ini bukanlah hal yang mengherankan, sebab Medan tak terlepas dari sejarah Kesultanan Deli. Wajar jika adat istiadat Melayu menjadi akar budaya Medan.

Kota Medan memiliki beragam etnis dengan mayoritas penduduk beretnis Jawa, Batak, dan Tionghoa. Keanekaragaman etnis di Medan terlihat dari jumlah Masjid, Gereja dan vihara Tionghoa yang banyak tersebar di seluruh kota. Adapun etnis lain yang turut mendiami kota Medan adalah Mandailing, Minangkabau dan keturunan India. 

Keberagaman etnis yang ada di Medan turut mewarnai kekayaan kuliner yang ada. Mengunjungi Medan tak puas rasanya jika tak mencicipi kulinernya yang beragam. Ya.... Medan memang salah satu Surga Kuliner di Indonesia. Ada dua hal yang perlu dipersiapkan sebelum mencicipi beragam kulinernya, isi kantong dan isi perut. 

Tapi ada kesalahpahaman yang ada di benak sebagian para calon wisatawan muslim yang ingin berkunjung ke Medan dan mencicipi beragam kulinernya. Mereka beranggapan sangat sulit mencari makanan halal di Medan. Padahal fakta yang ada justru sebaliknya. Mencari makanan halal di Medan semudah membalik telapak tangan. Pun menandai restoran atau warung yang menjajakan makanan yang tidak halal/diragukan kehalalannya juga sangat mudah. 

Agar lebih mudah mencicipi kuliner yang ada di Medan, sebaiknya mengunjunginya di tempat-tempat yang sudah dikenal pusat kuliner. Atau jika ingin merasakan sedikit tantangan, boleh hunting di berbagai tempat. 


1. Senja di Merdeka Walk

Beralamat di Jalan Balai Kota, jantungnya Kota Medan dan berseberangan dengan Stasiun Kereta Api menjadikannya mudah untuk dijangkau. Tempat ini dikenal sebagai tempat nongkrong paling lengkap di Medan. Mulai dari pusat kuliner, hiburan, hingga arena pertunjukkan. Sebagai pusat kuliner, puluhan gerai makanan tersedia di sini. Mulai dari dari makanan Barat, makanan Asia sampai makanan khas Medan. Harga makanan di sini cukup murah. Cukup merogoh kocek Rp15.000-Rp35.000, pengunjung bisa menikmati beragam kuliner yang diinginkan. 

Selain menyediakan hidangan dalam berbagai menu, Merdeka Walk juga menyediakan satu spot yang nyaman dengan keasrian pepohonan bernama Center Piece. Tempat ini biasanya diisi berbagai hiburan seperti live music, acara untuk keluarga dan ajang kreatifitas anak muda, seperti band performance, rap, breakers, dan hiburan lainnya di Center Piece.

Merdeka Walk dibuka setiap hari Minggu hingga Jumat mulai pada pukul 11:00-00:00 WIB (13 jam) dan Sabtu dari pukul 11:00-02:00 WIB (15-jam). oleh karena itu disebut Tempat Hangout Malam Hari di Medan








2. Bersantai di Pagaruyung

Pusat Jajanan Pagaruyung berada di sekitar Jalan Zainul Arifin atau kerap disebut Kampung Madras. Berdiri pada 1990-an, Lokasi kuliner ini cukup strategis karena berada di tengah-tengah kota Medan. Tak heran begitu mudah ditemukan. Dari pusat perbelanjaan Sun Plaza, kawasan hotel Cambridge, Kuil Shri Mariamman, dan juga Masjid Ghaudiyah, lokasi Kuliner Pagaruyung dapat ditempuh dengan hanya berjalan kaki selama 5 menit saja. 

Kuliner Pagaruyung menyajikan beragam menu makanan yang akan menggugah selera makan. Ada beberapa menu khas di pusat jajanan ini. Antara lain Nasi briyani, Roti Cane, Martabak India, Martabak Mesir, Kerang rebus, ada juga gado-gado, sate, dan beragam juice buah dan bandrek dan beragam menu lainnya. Yang sudah khas, ada menu Mie Rebus yang sangat terkenal dan layak coba.

Pusat jajanan dan kuliner malam di Kota Medan memang sangat berkembang pesat di berbagai sudut kota. Namun, Kuliner Pagaruyung masih menjanjikan beragam makanan dan jajanan khas kota Medan. Rasanya tak akan lengkap jika kunjungan ke Medan, tak menginjakkan kaki di Kuliner Pagaruyung ini.



3. Bertukar Lapak di Kawasan Pecinan Medan

Satu lagi pusat kuliner yang khas di kota Medan. Kawasan yang dikenal Pecinan Medan ini beralamat di Jalan Semarang. Unik karena menu yang ditawarkan adalah makanan khas etnis Tionghoa. Walau ada juga beberapa pilihan menu khas Indonesia rasa Medan.

Keunikan lainnya adalah jalan sepanjang sekitar 200 meter ini pada pagi hari merupakan pusat penjualan onderdil kendaraan di kota Medan. Begitu toko-toko onderdil itu tutup, Jalan Semarang berganti menjadi pusat kuliner. Mulai pukul 18.00, pedagang-pedagang menata pinggiran kiri-kanan jalan menjadi deretan meja kursi makan. Kereta dorong makanan dan peralatan masak ditata di tengah jalan menyisakan gang di tengah jalan yang hanya cukup untuk melintas satu mobil. Aktivitas baru berhenti pada pukul 01.00 saat warung-warung kaki lima itu tutup.

Ada banyak pilihan menu disini. Dari aneka macam mie, yang berkuah hingga kering, sate, masakan bebek seperti bebek peking atau bebek hainan, kerang, kodok, biawak, ular, nasi sayur, lontong sayur, hingga martabak. Minuman pun beraneka ragam, mulai dari jus, bir, hingga minuman khas Sumut cap Badak. 

Tapi perlu dicatat, pusat kuliner ini not recomended untuk yang beragama Islam. Walaupun ada beberapa gerai yang menjual makanan khas Indonesia, tapi sebagai bentuk kehati-hatian hendaknya tidak makan di kawasan ini. 


4. Adu Cepat Dengan Mie 

Mungkin mie yang satu ini hanya ada di Medan. Mie balap namanya. Sebenarnya tak ada bedanya dengan mie goreng di daerah lain. Tapi satu hal yang membedakan dan menjadi ciri khasnya adalah waktu memasak yang tak butuh waktu lama. Tak sampai 3 menit, mie telah selesai di goreng untuk porsi lebih dari 1 orang. Itu sebabnya mengapa dinamakan dengan mie balap. Disamping rasanya yang memang maknyus.

Ada beberapa pilihan jenis mie yang diolah. Mulai dari mie tiaw, bihun dan mie kuning. Mie balap mudah ditemukan hampir di setiap sudut kota Medan. Ada banyak yang menjajakannya di pinggir jalan. Tapi jangan salah, walau masakan pinggir jalan tapi rasa sekelas hotel berbintang. Tak heran, deretan motor hingga mobil berjejer rapi di pinggir jalan, seolah mengatakan kepada setiap yang lewat bahwa yang menikmati mie balap berasal dari semua kalagan.

Biasanya mie balap mudah ditemukan di pagi hari. Walau ada juga yang menjajakannya di malam hari. Dan hampir dipastikan, gerai-gerai mie balap selalu berada di pinggir jalan. Dengan gerobak dorong atau mangkal di emperan toko. 

5. Durian Dalam Selimut

Durian memang identik dengan Medan. Tak sah jika berkunjung ke Medan belum makan buah yang satu ini. Salah satu gerai yang terkenal menjual durian adalah Ucok Durian, yang beralamat di Jalan Iskandar Muda. Gerai ini seolah tak mengenal musim. Kapan saja pengunjung ingin menikmati, buah durian selalu tersedia. Tetapi jika ingin merasakan tantangan lain, boleh hunting durian di jalanan

kota Medan. Apalagi jika tiba musim durian, maka akan banyak bermunculan penjual durian hampir di setiap jalan-jalan protokol. Harga yang ditawarkan juga sangat bersahabat. 



Tetapi ada variasi lain dari durian, yaitu pancake durian. Memiliki bentuk mirip lumpia, tapi lebih tebal dengan beragam warna. Ketika gigitan kita mulai menyentuhnya, maka kelembutan toppingnya akan menyapa lidah. Disambung dengan daging durian yang tersembunyi didalamnya. 

Ada beberapa gerai yang menjual pancake durian ini. Salah satunya adal Warung KeDan, yang beralamat di Jalan Bilal Ujung Kecamatan Medan Timur. Gerai ini patut masuk dalam daftar kunjungan wisata kuliner karena ada beberapa keunikan didalamnya. Selain bisa menikmati pancake durian, pengunjung juga bisa memesan aneka dimsum. Ditambah makan disini seolah kita menyaksikan salah satu budaya asli Medan yang terlihat pada jejejaran kaos khas Medan. Kaos ini bertuliskan pantun-pantun, gambar maupun kata-kata yang menggambarkan Medan. 

Makan di Warung KeDan selain menikmati lembutnya pancake durian, pengunjung juga bisa membawa cinderamata kaos khas Medan.












6. TST

Satu kuliner khas Medan yang sayang untuk dilewatkan. Minuman kombinasi yang menghangatkan badan. Disebut minuman kombinasi, karena memang berasal dari bahan yang berbeda. Bayangkan, saat Teh, Susu, Telur berpadu menjadi satu. Maka akan memberikan cita rasa baru. Bagi yang rada susah menelan telur mentah sebagai suplemen tambahan, maka TST bisa menjadi solusi.

Saya termasuk orang yang tak bisa menelan telur mentah. Bahkan telur setengah matang saja memerlukan sedikit perjuangan untuk menelannya. Sampai istri pun harus menahan tawa tiap kali saya disodorin menu telur setengah matang. Tetapi TST bukan tanpa masalah. Jika salah dalam pengolahan, maka saat diminum akan terasa amis telur. Maka saat mengocok telur, dibutuhkan timing yang tepat kapan menghentikan kocokan telur. Menggunakan mixer menjadi pilihan yang tepat untuk menghasilkan telur yang terkocok dengan sempurna. Dan..... hasil akhirnya akan memunculkan segelar minuman dengan tiga lapisan warna yang berbeda. Rasanya? Subhanallah, Maknyusss tenan..... !!

TST menurut saya merupakan salah satu seni dalam kuliner. Ia membutuhkan kesabaran saat mengolahnya. Kunci dari nikmatnya segelas TST adalah timing di pengocokan telurnya. 

Salah satu gerai yang menyediakan TST adalah Bandrek Sahib. Sesuai namanya, pengunjung juga bisa menikmati segarnya bandrek. Bandrek Sahib sendiri memiliki beberapa gerai yang tersebar di beberapa titik. Kita bisa mengunjungi Bandrek Sahib di Jalan Sisingamaraja, Jalan H.M. Yamin (lebih akrab dengan nama Jalan Serdang), Jalan Krakatau dan Jalan Letda Sudjono. Bahkan di gerai yang ada di Jalan Letda Sudjono pengunjung bisa menikmati beragam makanan yang mengundang selera. 

Sebenarnya masih banyak lagi jajanan yang patut dicoba dan sayang dilewatkan jika berkunjung ke Medan. Segala masakan ada disini. Dengan harga yang sangat bersahabat, menjamin kita bisa menikmati beragam kuliner yang ada. Dan yang penting adalah kuliner yang ada di Medan di jamin kehalalannya. Jika pun ada kuliner yang tidak halal, maka pengunjung bisa dengan segera mengetahuinya.

Menjelajah Medan tak lengkap jika kita tak mencicipi makanannya. Dan yakinlah, itu halal  kawan. So, lets come to Medan brother .....!!

2 komentar:

  1. Nyam nyam nyam pas banget baca ini di jam makan siang bikin lapeer dan pengen kesana 😁

    BalasHapus
  2. Mangga atuh mb eri dataang ke Medan ^_^

    BalasHapus