Pages

Kamis, 17 Maret 2016

KETIKA KITA ADALAH KITA



Po: [Shifu has made a flower bloom with the power of chi] Woah! What was that?
Shifu: That was chi.
Po: Wow! What's chi?
Shifu: The energy that flows through *all* living things.
Po: So you're saying if I-so you're saying if I teach, I'll be able to do cool stuff like that?
Shifu: No, I'm saying if you teach, *I'll* be able to do cool stuff like that.
Po: Oh.
Shifu: Mastering chi requires mastery of self. Oogway sat alone in a cave for *thirty* years, asking one question: who am I? Who am I? I'm lucky if I get five minutes before you interrupt...
Po: Aw, so now I have to sit alone in a cave for thirty years?
Shifu: Eventually. After you master teaching.
Po: Teaching? There's no way I'm ever gonna be like you!
Shifu: I'm not trying to turn you into me; I'm trying to turn you into you.
Diatas adalah petikan dialog antara Mister Shifu dan Po di film Kungfu Panda 3, ketika Mister Shifu menunjukkan ilmu Chi (energi yang mengalir dalam setiap makhluk hidup). Dalam adegan film itu terlihat Mister Shifu dengan satu gerakan menghidupkan bunga yang semula layu kembali menjadi segar.
Ada syarat yang harus dipenuhi untuk dapat menguasai ilmu Chi ini. Tahap awal yang harus dilakukan adalah harus mulai mengajar. Hal yang tentu saja bagi Po sesuatu yang sangat mustahil dilakukan olehnya. Mustahil mengingat pola dan tingkah lakunya yang slengek’an. Syarat berikutnya dan dapat dikatakan sebagai syarat yang utama adalah harus mengenal diri sendiri. Sesuatu yang membuat Po kebingungan.
Bingung dengan diri sendiri. Bentuk fisik adalah panda, tetapi tak memahami bagaimana pola dan tingkah laku panda. Hingga akhirnya ia belajar dari Li Shang, sosok panda yang juga ternyata adalah ayah kandungnya.
Selalu ada sisik menarik dari ‘seorang’ Po, tokoh utama di serial Kungfu Panda 3. Dibalik sikapnya yang terlalu merasa bisa melakukan apa saja (over confident), ia adalah sosok rendah hati. Sosok yang dengan penuh semangat belajar, walau dalam prakteknya selalu kekonyolan yang dilakukan.
Diakhir kisah, Po berhasil mengalahkan Kai. Sosok yang telah menyegel dan mengambil tenaga Chi dari banyak jagoan kungfu, termasuk sang legenda Oogway dan gurunya sendiri Mister Shifu.
Ada hal menarik perhatian dalam serial Kungfu Panda 3 ini. Bahkan dalam sekuel-sekuel sebelumnya selalu ada hal yang menyedot perhatian. Bukan tampilan 3D yang apik saja yang perlu diperhatikan. Tetapi alur cerita sederhana yang menyimpan pesan-pesan yang tersirat.
Betapa sering kita terpukau dengan apa yang ada dalam diri orang lain. Kita terpukau dengan keberhasilan seseorang dalam mengembangkan bisnisnya. Kita merasa takjub dengan kedalaman berpikir dan daya nalar yang kritis orang lain dalam menganalisia suatu permasalahan. Atau terkadang kita terkagum-kagum dengan kecantikan atau ketampanan orang lain.
Tak ada yang salah dengan ketakjuban atas kelebihan orang lain, selama itu diarahkan dalam ‘jalan’ yang benar. Belajar dari kelebihan-kelebihan orang lain adalah ‘jalan’ yang benar dalam mengagumi kelebihan orang lain. Tapi hal ini menjadi bumerang ketika kita ‘terlalu’ takjub, ‘terlalu’ terpesona’, ‘terlalu’ kagum dan terlalu-terlalu lainnya terhadap kelebihan orang lain. Hingga kita lupa bahwa diri kita juga memiliki potensi yang tak kalah jauh dari mereka.
Yang perlu kita lakukan hanyalah menjadi diri sendiri. Dengan menjadi seperti apa adanya diri kita, maka peluang untuk melihat dan mengembangkan potensi yang ada akan lebih besar.
Lihatlah apa yang dilakukan Po dalam serial Kungfu Panda 3. Ia hanya perlu melakukan dan menjadi panda untuk menguasai ilmu Chi. Terpisah dari orang tua sedari kecil dan dibesarkan oleh ayah yang ‘seorang’ angsa membuat ia menjadi sosok yang tak mewakili dan membawa sifat-sifat panda. Jika dilakukan sistem rangking dalam kungfu, maka ilmu Chi menempati level tertinggi. Ilmu Chi hampir sama dengan Taichi. Sama-sama mengandalkan kekuatan yang berasal dari alam, yang dilakukan dengan mengendalikan kekuatan yang ada dalam diri terlebih dahulu.
Kenali dirimu kawan! Maka engkau akan mengenali dunia.
Kembangkan potensimu kawan! Maka engkau akan mengendalikan dunia
Dalami bakatmu kawan! Maka dunia akan mengenalimu

KUN ANTA TAJDAD JAMAALAA...!!

#abmolsat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar