Pages

Senin, 06 Juni 2016

MENIKMATI MUSIBAH


Masih terbayang dengan jelas insiden di sore yang mendung, di jalan nan ramai seminggu yang lalu. Kupacu motor dengan kecepatan sedang, berharap lekas tiba di rumah. Tanpa kuduga, tiba-tiba muncul didepanku seorang perempuan dengan gaya khas ibu-ibu mengendarai motor. Tanpa melihat situasi ketika berbelok, motor yang dikendarainya nyelonong begitu saja di keramaian jalan dan langsung mengambil posisi ditengah jalan. Aku yang saat itu berada ditengah jalan kaget seketika dan tak mampu menguasai motor yang langsung menabrak bagian samping kanan motor ibu tersebut.
Dan....
tontonan ala balapan Motogp pun tersaji sore itu. Tubuhku terguling-guling ditengah jalan, dengan motor terlempar kesamping. Sempat kulihat patahan kaca spion yang menghambur ke bahu jalan. Terbengong, aku terduduk di tengah jalan. Seolah tak percaya dengan kejadian barusan. Kulirik celana dan kaos kaki robek, sepatu yang terlepas kulihat tergores lumayan parah. Belakangan aku juga baru tahu, jika helm yang kukenakan tergores besar di samping kiri. Beruntung aku memakai jaket tebal, hingga tak sampai aspal menggores tubuhku lebih dalam.
Duh Gusti... tak terbayang jika saat itu aku mengendarai sepeda motor dengan perlengkapan ala kadarnya. Safety riding itu penting kawan!!
Kini seminggu sudah insiden kecelakaan itu berlalu. Dan tubuh ini masih juga bergulat dengan rasa sakit yang masih mendera. Ramadhan yang penuh barakah pun disambut dengan fisik yang belum kembali fit. Menyesal? Sebagai manusia biasa tentu muncul juga rasa sesal. Menyesal, mengapa tak berhati-hati dalam mengendarai motor. Menyesal, mengapa harus melihat dan bertemu seorang ibu yang mengendari sepeda motor dengan gaya semau gue. Menyesal.... menyesal.....menyesal.....
Tapi ini bukan sinetron yang  setiap episodenya terlalu didramatisir. Ini adalah salah satu cara The Creator memberikan peringatan kepada setiap hamba-Nya. Selalu ada hikmah dibalik setiap musibah. Hal ini pula yang aku rasakan pasca kecelakaan. Kesibukan yang menghiasi hari, tanpa sadar melalaikanku mensyukuri setiap nikmat yang Allah berikan. Jika biasanya setiap pagi mengingat segala nikmat yang telah diterima dan kemudian mensyukurinya, entah mengapa berminggu-minggu hal tersebut urung kulakukan. Baru terasa, betapa jalan itu adalah nikmat yang luar biasa ketika aku harus tertatih-tatih membawa tubuh ini berpindah tempat. Baru kuresapi, betapa sabar itu inti dari sebuah perjuangan (teringat selalu meringis kesakitan selama seminggu ini)^^

Betapa indahnya kehidupan orang-orang yang beriman. Segala yang terjadi didalam dunia ini, bagi mereka tak ada yang merugikan. Segalanya dijadikan pelajaran. Saat berada dalam kelapangan, tak membuatnya bertingkah laku pongah. Pun... saat berada dalam kesulitan tak membuatnya mudah berputus asa. Moga kita adalah orang-orang yang beriman itu......

#RamadhanNote

1 komentar:

Posting Komentar