Pages

Selasa, 22 November 2016

Bagaimana Cara Membujuk Anak Saat Menangis Di Tempat Umum?



Saat bersama keluarga di tengah keramaian atau di acara pernikahan kemudian anak rewel, tentu kita pun bertanya-tanya bagaimana cara membujuk anak saat menangis di tempat umum. Anak yang tiba-tiba menangis histeris atau bertingkah aneh dengan menggelosor di tanah, tentu membuat anak dan orang tua menjadi pusat perhatian. Kalau kadar pede dalam diri banyak bahkan over, tentu dengan mudah kita akan nyengir sembari mengacungkan dua jari sambil teriak peace!! (emang ada gitu). ^^

Yang pasti rasa tak nyaman menggelayuti hati orang tua yang anaknya menangis atau ngambek di tempat umum. Di tengah beberapa pasang mata yang mengawasi, tentu membuat orang tua merasa tidak enak. Menganggap tak mampu mendidik anak, begitulah asumsi kita selaku orang tua menanggapi pandangan aneh orang lain saat anak menangis.

Anak yang tiba-tiba saja menangis atau mengamuk adalah suatu kondisi yang lazin disebut dengan tantrum. Apa tantrum itu? Yaitu ledakan emosi. Biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang yang mengalami kesulitan dalam mengolah emosinya. Ditandai dengan sikap yang keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, membangkang, mengomel marah serta resisten terhadap upaya untuk menenangkan dirinya.
Seiring dengan pertumbuhan anak, tantrum perlahan akan menghilang. Karena ini adalah salah satu bentuk umum dari permasalahan pada anak-anak. Pada balita, tantrum atau amukan dianggap sebagai hal yang normal. Bahkan menjadi tolak ukur dari kekuatan pengembangan karakter.

Lalu, jika tiba-tiba anak menangis, ngambek atau marah-marah di tengah keramaian bagaimana cara mengatasinya?



 Tips Membujuk Anak Saat Menangis di Tempat Umum

1. Pahami mengapa anak menangis
Pada umumnya orang tua akan langsung bereaksi ketika anaknya menangis. Reaksi yang justru membuat suasana bertambah runyam. Daripada sibuk menenangkan anak, lebih baik cari terlebih dahulu akar permasalahannya mengapa anak menangis. Ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa anak-anak tiba-tiba menangis di tempat umum. Suasana yang asing baginya, ada sesuatu yang menarik perhatiannya dan ingin memilikinya, suasana hati yang tidak dalam mood yang baik, adalah beberapa hal yang menjadi penyebab anak menangis.

2. Beri penjelasan dengan benar
Dua hari yang lalu, saat kami menghadiri undangan resepsi pernikahan kedua anak kami (Fathin dan Syahmi) menunjukkan gejala tantrum ketika kami tiba di lokasi. Ternyata keduanya tertarik dengan balon aneka karakter animasi yang banyak dijual disekitar lokasi resepsi. Saat kami berikan alasan tak membawa banyak uang (alasan klasik ini mah ^^), serta merta mereka mengeluarkan uang yang ada di kantong. Jumlahnya pun sedikit, tak cukup untuk membeli balon yang diinginkannya. Dengan tersenyum, aku menghampiri si sulung. Dengan duduk di kursi kubisikkan ditelinganya.
“Bang... sekarang tuh balon dibeli, ntar gimana bawa pulangnya? Kita kan naik motor, ntar terbang pula balonnya atau pecah di jalan. Kan sayang..... Lain kali aja ya kita belinya”. Perlahan ia mengangguk pertanda paham, walau kulihat wajahnya masih masam. Begitulah anak-anak. Tak perlu kita berteriak atau marah-marah untuk memberi penjelasan. Cukup dekati mereka, ucapkan dengan perlahan dan pelan (kalo aku mah nyebutnya ‘the power of bisikan’) serta dalam posisi yang dekat dan seimbang. Ini juga memberi pesan bahwa kita dengan tulus berbicara pada mereka. Jadi jangan sepelekan posisi saat kita berusaha memberi penjelasan pada anak. Posisi duduk atau jongkok didepannya hingga hampir sejajar, lebih baik dibanding berdiri tegak (apalagi dengan berkacak pinggang) didepannya.

3. Alihkan Perhatian
Setelah sukses memberinya penjelasan, bukan berarti permasalahan telah selesai. Bisa jadi mereka masih menyimpan sesuatu yang mendorongnya kembali berlaku tantrum. Segera alihkan perhatiannya agar tak lagi mengingat hal yang membuatnya menangis atau ngambek. Lihat kondisi sekitar, apa kira-kira yang bisa mengalihkan perhatiannya. Pada kondisi Fathin diatas, saat itu terlihat toples besar yang penuh terisi kerupuk. Karena Ia sangat menyukai kerupuk, segera kutawarkan padanya. Tawaran yang sulit untuk ditolaknya. Dalam sekejap, Fathin dan juga adiknya Syahmi larut dalam kesibukannya mengunyah kerupuk. Mempersiapkan makanan kesukaan saat mengajaknya ke suatu tempat adalah salah satu cara untuk mengantisipasi anak-anak berbuat tantrum.

4. Jangan Langsung Marah
Ini yang sering luput dari perhatian orang tua. Setiap kali anaknya menangis, merengek atau berteriak marah di tengah keramaian selalu direspon dengan amarah. Padahal hal ini tidak menyelesaikan masalah, justru memperburuk keadaan. Coba tahan diri sejenak, tarik napas dalam-dalam dan bayangkan tangisan atau teriakan anak adalah musik rock. Sederhana, tapi efeknya sangat baik untuk kondisi psikologis orang tua. Ini membantu untuk menahan emosi yang siap membludak. Jika tangisan anak meledak di supermarket misalnya, maka bersikaplah seolah-seolah tidak terjadi apa-apa. Berikan senyuman kepada semua pengunjung yang memperhatikannya.

Beberapa tips diatas bisa kita coba dalam upaya membujuk anak saat menangis di tempat umum. Ketenangan tentu menjadi modal utama dalam mengatasi masalah tersebut. Menjadi orang tua sejatinya adalah menjadi manusia pembelajar. Karena selalu ada hal-hal baru yang mendewasakan. Selalu menghadapi permasalahan yang berbeda setiap waktu mendorong kita untuk siap menghadapi apapun kondisi yang mesti dilalui. Semoga artikel sederhana ini menambah khasanah pengetahuan kita tentang bagaimana cara membujuk anak saat menangis di tempat umum.

Salam hangat..... ^___^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar