Pages

Rabu, 30 November 2016

Surga Burung di Medan



Eduwisata di Medan – Melihat rombongan burung bangau melintas di sore hari mungkin hal biasa bagi yang tinggal di perkampungan. Akan tetapi itu menjadi hal yang luar biasa jika terjadi ditengah padatnya perkotaan. Bayangkan, melihat mereka dalam barisan teratur membentuk formasi V saat terbang membelah gedung-gedung pencakar menjadi sesuatu yang amazing. ^^

Jika ingin menyaksikan fenomena ini, datanglah ke Medan kawan. Akan engkau saksikan mereka terbang dalam barisan yang seolah tanpa henti. Lalu kemanakah mereka akan berlabuh menghabiskan waktu malam? Kita dapat melihat koloni burung bangau dengan beragam jenis serta burung lain yang tengah bercengkerama di Komplek Perumahan Cemara Asri. Salah satu perumahan elit di Medan yang dibangun oleh H. Anif.


Perumahan Cemara Asri mungkin ‘satu-satunya’ perumahan yang bebas dikunjungi oleh siapapun. Hal ini dikarenakan adanya tempat penangkaran burung tepat di tengah komplek yang kini menjadi salah satu objek wisata di Medan. Perumahan yang mulai dibangun pada tahun 1995 pada mulanya hanyalah hunian saja. Di salah satu lokasi terdapat rawa kecil yang awalnya hanya kavling kosong. Namun, atas inisiatif H. Anif Shah pengembang serta pengelola perumahan dijadikan sebagai tempat habitat burung. Berdasarkan penelitian, jumlah burung yang ada setiap hari terus bertambah. Kini tak kurang dari 5.000 ekor mendiami rawa tersebut. Tak hanya bangau, beragam burung lain juga dapat ditemukan. Seperti burung kolak malam kelabu, cangak merah, cangak abu, kokokan laun, koreo padi.
Perlu diingat, H. Anif Shah adalah kakak dari Rahmat Shah, pemilik Rahmat Galeri Medan yang menyimpan ribuan koleksi hewan yang telah diawetkan dan Kebun Binatang Siantar.


Selain burung-burung diatas, kita juga bisa melihat burung merpati yang ditangkarkan tepat disamping rawa. Berdiri membawa makanan burung dan dikelilingi oleh puluhan merpati seakan berada di bawah menara Eifel. Satwa lain seperti ular sanca yang panjang sampai 4 meter pun dapat kita lihat. Berada persis di samping kandang burung merpati.


Tak hanya beragam satwa yang dapat kita saksikan, fasilitas yang ada di Perumahan Cemara Asri pun layak untuk dinikmati. Kita bisa mengunjungi Vihara Maitreya, yang merupakan Vihara terbesar di Asia Tenggara. Masjid H. Anif yang elegan juga menarik untuk dikunjungi. Selain itu, terdapat pula kolam renang berstandar internasional. Semua itu bisa dinikmati tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun (kecuali kolam renang). Bahkan tak ada pemeriksaan yang ketat di pintu masuk. Siapa saja bisa leluasa masuk ataupun keluar. Pihak security hanya memeriksa orang-orang yang dianggap mencurigakan.


Tak usah takut kelaparan atau kehausan, karena di pinggir rawa terdapat  deretan penjual makanan khas Indonesia. Ada mie, pecal, bakso bakar, sate, dan aneka jajanan lain dengan harga yang sangat bersahabat. Disamping itu, terdapat juga deretan cafe di sepanjang jalan menuju penangkaran burung yang menyediakan makanan chinese food. Bagi teman-teman yang beragama Islam harap berhati-hati, karena tak semua halal untuk dimakan.


Ditengah aktifitas yang mendera, keberadaan Perumahan Cemara Asri dengan penangkaran burungnya cukup membantu warga Medan. Setidaknya ada tempat untuk refreshing sejenak, melupakan rutinitas yang menghabiskan energi. Tempat yang mudah dijangkau karena berada didalam kota. Datanglah kemari kawan, jika ingin merasakan surga burung di Medan dan ragam kuliner yang murah, meriah serta mengenyangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar