Pages

Sabtu, 17 Desember 2016

Mengatasi Kejenuhan Belajar di Kelas


Mengatasi kejenuhan belajar di kelas selama 8 jam pelajaran setiap hari di sekolah bukanlah hal mudah, khususnya bagi mereka yang masih duduk di tingkat dasar. Perlu dicatat, 1 jam pelajaran untuk SD selama 35 menit. Jika sekolah berbasis Islam Terpadu atau unggulan, akan lebih lama lagi. Mengapa tak mudah? Belajar didalam ruangan dengan posisi yang sama cenderung mendatangkan rasa bosan. Diperlukan kreatifitas agar belajar dirasa lebih seru dan asik untuk dilakukan.

Pola pembelajaran yang cenderung satu arah juga menjadi salah satu faktor penyebab mengapa belajar semakin membosankan. Selama ini yang terjadi adalah murid mendengar dan guru menerangkan. Sekalipun telah memakai media pembelajaran yang interaktif (seperti pemakaian alat bantu berupa infocus), jika pola tetap sama maka murid akan cepat merasa jenuh. Belum lagi menghadapi karakter murid yang suka dengan kebisingan, menjadikan energi guru lebih terkuras lagi. Perlu penanganan khusus agar proses belajar mengajar mampu mengakomodir semua kebutuhan belajar itu sendiri. Murid ribut di kelas adalah suatu hal biasa dalam belajar. Tetapi bagaimana jika keributan yang mereka timbulkan diluar batas kewajaran? Seperti suara kericuhan yang sampai terdengar hingga keluar kelas. Maka guru perlu belajar lagi tentang bagaimana penguasaan kelas yang baik.

Tips Mudah Mengatasi Kejenuhan Belajar di Kelas

Saya tak ingin membahas metode-metode pembelajaran yang terlalu ribet untuk dijelaskan disini. Jika hal itu diuraikan, saya takut justru akan menimbulkan kebosanan bagi kamu. Iya.... kamu! ^^
Mari kita sederhanakan metode-metode tersebut dalam pembahasan yang renyah lagi mudah. Hingga kita tak perlu lagi mengeryitkan kening untuk mencernanya. Delapan tahun menjadi tenaga pendidik, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi catatan bagaimana mengelola kelas dengan baik. Materi tersampaikan, suasana kelas kondusif dan para murid antusias untuk menerima pelajaran yang diberikan. Berikut beberapa tips sederhana yang dapat diaplikasikan bagi yang berprofesi sebagai guru.



1.Perhatikan Kondisi Psikologis Peserta Didik
Rasa jenuh saat belajar tentu dipengaruhi oleh banyak hal. Daripada sibuk menyalahkan keadaan (kelas berisik, panas, anak malas) alangkah baiknya mencari tahu apa penyebabnya. Salah satunya adalah kondisi kejiwaan murid yang notabene adalah objek dari proses belajar mengajar. Jika murid terlihat murung, tak bersemangat, maka perlu segera ditangani. Bagaimana bentuk penanganannya? Tentu dengan mencari tahu apa yang menyebabkannya terlihat tidak siap untuk belajar. Datangi Ia, tanyakan yang membuatnya terlihat masa bodo dan tak bersemangat. Sentuhan fisik biasanya akan memberikan dampak yang luar biasa. Bertanya dengan menatap lekat wajahnya, menyentuh pundak atau mengelus kepala adalah bentuk kontak fisik yang memberikan efek positif bagi psikologis anak.

Kondisi psikologis lain yang perlu diperhatikan adalah perubahan sikap dalam belajar. Mulai grasa-grusu, tidak bisa duduk tenang, ribut hingga mengganggu teman merupakan ekspresi dari rasa bosan yang mulai timbul. Segera atasi jangan dibiarkan. Karena hal ini akan berdampak pada suasana kelas yang tak lagi kondusif untuk belajar.

2. Bermain Peran
Sebenarnya materi pelajaran yang ada dapat di eksplore lebih jauh agar tidak monoton. Guru memerintahkan murid membaca sedangkan temannya menyimak adalah bentuk jamak yang sering kita lihat. Hal ini tidaklah salah, karena bisa menjadi sarana untuk melatih murid membaca dan menyimak. Tetapi perlu juga diperhatikan kapan jam pelajaran itu berlangsung. Jika jam pertama hingga ketiga, tentu tidak akan menjadi masalah. Karena konsentrasi dan fokus anak masih dalam kondisi bagus. Tetapi ketika memasuki jam keempat hingga jam terakhir, kegiatan ini tak lagi efektif dilakukan. Butuh sedikit sentuhan agar tidak membosankan.

Dengan bermain peran, kegiatan belajar akan tampak menyenangkan. Guru bisa merubah suasana kelas menjadi sebuah ruangan keluarga layaknya di rumah. Kemudian memerintahkan salah seorang murid yang dianggap pandai untuk berperan menjadi seorang guru atau orang tua. Yang dilakukan tetap sama, membaca dan menyimak. Tetapi ada sedikit modifikasi pada suasana dan gaya belajar.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah guru membacakan materi pelajaran dengan konsep story telling. Materi menjaga kebersihan bisa disulap dalam bentuk sebuah dongeng. Yakinlah, anak-anak akan sangat antusias mendengar. Karena pada dasarnya mereka sangat menyukai cerita. Apalagi jika cerita dibumbui dengan hal-hal yang  mengundang decak kagum mereka.

Masih banyak lagi yang bisa dilakukan guru untuk memaksimalkan konsep bermain peran ini. Berkreasilah dalam mengajar, karena hal itu akan mengasah imajinasi dalam diri. Hingga proses belajar mengajar pun akan berubah penuh dengan keceriaan.


3. The Power of Listening
Apa yang membuat kita merasa nyaman? Yup.... salah satunya adalh ketika ada yang mau mendengar. Ini adalah bentuk penghargaan akan eksistensi seseorang. Jangan remehkan ketika seorang murid bertanya hal-hal sepele dengan mengatakan “nanti aja ya” atau “saya lagi sibuk” atau kalimat-kalimat lain yang cenderung mengabaikan.

Sesekali lepaskan proses belajar dari materi yang ada. Coba luangkan waktu 1 jam pelajaran untuk mendengar apa yang menjadi keinginan murid. Pancinglah mereka untuk bercerita. Dan biasanya seabrek cerita akan keluar dari mulut mungil mereka. Atur posisi duduk sedemikian rupa agar mereka nyaman saat bercerita. Duduk di kursi dengan posisi melingkar atau duduk lesehan di lantai bisa menciptakan suasana rileks.

Atau minta mereka untuk bercerita aktivitas selama seminggu dalam bentuk gambar layaknya sebua komik. Mau tahu apa reaksi mereka? Luar biasa antusias..... Beberapa kali hal ini saya praktekkan. Bahkan 2 jam pelajaran berlalu begitu cepat. Tak cukup sampai disini, tetapi ada hal yang lebih penting. Yaitu apresiasi atas apa yang mereka kerjakan. Biasanya saya tak lupa memberi nilai atas gambar yang telah dibuat. Kemudian pada pertemuan berikutnya ditampilkan dalam slide melalui infocus. Sekali lagi, wajah-wajah mereka menampilkan rona bahagia melihar karyanya dilihat murid-murid yang lain. Ketika keceriaan telah tercipta di kelas, maka materi apapun yang diberi akan mudah mereka terima.

4. Belajar di Luar Kelas
Tak dapat dipungkiri, aktivitas di luar ruangan adalah hal yang sangat disukai oleh kebanyakan orang. Banyak yang rela menghabiskan banyak tenaga, waktu dan bahkan uang untuk menikmati kegiatan di alam.

Lokasi tempat mengajar yang berada di pinggiran kota, memberikan nilai lebih sekolah dengan nama YP. Nurul Hasanah. Salah satu yang menyenangkan adalah sawah terhampar tak jauh dari sekolah. Saya sering membawa anak-anak untuk sekedar menikmati semilirnya angin yang berhembus ketika berada di tengah sawah. Satu hari belajar tak akan membosankan kawan....^^

Ada banyak hal yang dapat  dipelajari ketika belajar di luar kelas, apalagi jika dibawa ke luar kelas. Mengajarkan murid-murid kedisiplinan ketika berada di jalan, mengetahui banyak hal ketika berada di sawah misalnya. Cukup perintahkan mencatat tumbuhan atau hewan yang ada dan mereka pun akan melaksanakannya dengan gembira. Bahkan jika hanya sekedar duduk lesehan di teras kelas saja bisa membawa keceriaan dalam belajar.

5. Menonton Film
Hadirkan suasana bioskop dalam belajar dan lihatlah ekspresi kegembiraan yang ditimbulkan. Menonton adalah bentuk rekreasi belajar disamping study tour atau outbond. Coba luangkan waktu dalam satu bulan untuk menonton film. Sekarang banyak film-film mendidik yang layak ditonton oleh anak-anak. Pilih film animasi yang membawa pesan moral atau film yang mengandung unsur mendidik. Taraa zamen Par, Laskar Pelangi, adalah contoh film yang sangat bangus untuk ditonton.

Belajar adalah proses membentuk karakter anak, bukan semata proses menyampaikan materi pelajaran dengan target tuntas. Karena belajar bukan semata susunan huruf, rangkaian angka yang tertulis dalam setiap buku pelajaran. Karena belajar itu sarana rekreasi pikiran yang bertujuan menumbuhkan insan yang tahu akan hakekat kehidupan yang dijalani. Belajar itu adalah kita, karena kita adalah makhluk pembelajar. Semoga menginspirasi kita khususnya para insan pendidik untuk mengatasi kejenuhan belajar di kelas, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar