Pages

Senin, 23 Januari 2017

Asyiknya Bermain


"Ketika kita ada untuk mereka, maka kelak (pun) mereka ada untuk kita"

Asyiknya bermain. Begitulah komentar anak-anak jika ditanyakan kesukaannya akan sesuatu hal. Bagi pandangan kita selaku orang dewasa, aktifitas bermain itu cenderung melelahkan dan mendatangkan rasa capek. Tetapi coba tanyakan kepada anak-anak, tidak akan muncul kata capek atau lelah saat bermain. Begitulah dunia anak-anak. Dunia penuh keceriaan, yang diisi dengan bermain dimana pun ia berada.

Hal ini perlu diingat oleh mereka para calon orang tua atau orang tua yang sedang memiliki anak-anak usia 1-6 tahun. Dalam rentang usia ini, aktifitas bermain menjadi sangat penting bagi mereka. Karena salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak adalah bermain. Jadi jangan kekang anak ketika mereka selalu ingin bermain.

Permasalahan yang timbul sebenarnya bukan aktifitas bermain itu sendiri, tetapi sikap para orang tua dalam menghadapinya. Kesal, lelah, emosi, ketika melihat kondisi rumah yang acak-acakan bak kapal pecah. Ada tips sederhana agar para orang tua ‘menikmati’ kondisi rumahnya yang berantakan. Sehingga tak mengganggu keasyikan bermain anak-anak.

Coba tenangkan sejenak dirimu. Geser sedikit [iyaaa....sedikit aja, kagak banyak-banyak kok] mindset kita. Samakan persepsi kita dengan persepsi yang dimiliki anak. Sehingga kecenderungan untuk meluapkan energi negatif (marah-marah, kesal, cemberut, geram) akan berkurang, bahkan kemudian hilang sama sekali. Mengapa kita harus menyamakan persepsi?


Dunia anak tentu berbeda dengan dunia orang dewasa. Bagi mereka, kondisi mainan yang berserak sangat menyenangkan. Karena dapat menjangkau dan memilih mainan yang diinginkan dengan mudah. Berbanding terbalik tentunya dengan pandangan kita selaku orang dewasa. Oleh karena itu, coba nyamankan diri dengan kondisi rumah yang sering berantakan.

Rapikan ketika anak telah usai bermain. Jika perlu, ajak mereka untuk merapikan bersama. Hal ini bisa dijadikan sarana untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak-anak. Yang perlu kita ingat tentunya adalah lakukan itu semua dengan perasaan bahagia. Karena ketika kita merasa nyaman dengan diri sendiri, maka itu akan menular kepada orang-orang disekitar kita.

Aktifitas bermain lainnya yang sangat disukai anak-anak adalah bermain di alam terbuka. Kamu tahu kawan apa yang membahagiakan mereka? Yup...Pasir dan air. ^^
Ketika bertemu dengan pasir dan air, anak-anak dimana pun berada tidak akan sanggup untuk menolaknya. Saat asyik bergumul dengan pasir atau berendam dalam air, bagi mereka seolah dunia berhenti berputar.

Kondisi saat ini yang cenderung tidak ramah terhadap anak-anak dengan banyak kasus kejahatan, membuat kita urung mengajak atau membiarkan mereka bermain di luar rumah. Tetapi cobalah dalam seminggu ajak mereka bermain di luar, walaupun itu hanya di teras rumah. biarkan mereka mengeksplorasi keadaan disekelilingnya.

Jangan larang dengan alasan kotor ketika anak-anak bermain tanah, mencabuti rumput atau berguling-guling mengejar dan menangkap hewan kecil [belalang misalnya]. Atau agendakan waktumu untuk membersamai anak melakukan aktifitas bersama di luar rumah, walau itu hanya berkeliling kompleks rumah.

Lagipula ketika anak asyik bermain, kita juga dapat rileks sejenak melepaskan segala kepenatan yang melanda. Oh ya, agar kita tidak menganggap bermain di luar rumah itu sia-sia, ternyata ada beberapa manfaat yang didapat oleh anak-anak.
· Menghilangkan kejenuhan
· Memperkuat ketahanan fisik
· Sarana untuk melatih bersosialisasi
· Meningkatkan kreativitas
· Merangsang kecerdasan otak
· Mengendalikan emosi
· Mencegah rabun jauh

Jadi, mulai sekarang jangan jenuh dengan kondisi rumah yang berantakan. Ajak anak-anak bermain di luar rumah, meskipun itu hanya di halaman. Yakinlah, ada banyak hal yang kita dapatkan. Asyiknya bermain dengan anak-anak, akan mendatangkan kebahagiaan dalam diri dan menguatkan rasa kebersamaan antara orang tua dan anak.

Sahabatmu,

Rahmad Al-Abror

Tidak ada komentar:

Posting Komentar